Madina-fokustimetv.com Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengtakan peningkatan STAIN menjadi IAIN merupakan cita-cita yang ingin dia capai selama periode kedua menjabat.
Keinginan tersebut disampaikan Atika saat menghadiri General Stadium di Gedung Student Center STAIN Madina, Panyabungan, pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Kegiatan yang mengangkat tema Generasi Emas 2045: Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme dan Integritas di Era Digital itu turut juga dihadiri Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, Kakan Kementerian Agama dan Umrah Zainul Khobir, Ketua PKB Madina Edi Anwar, Asisten I Setdakab Madina Syahnan Pasaribu, sejumlah kepala OPD, dosen serta mahasiswa STAIN.
“Sedikit politik lah, bagaimana saya meninggalkan legasi. Setidaknya di periode kedua saya ini, di bidang pendidikan ada sekolah tinggi, ada institut di daerah saya sendiri,” kata nya.
Mengingat keterbatasan wewenang pemerintah daerah, Wabup Atika meminta pihak STAIN Madina lebih aktif mempersiapkan berbagai persyaratan yang dibutuhkan untuk naik status.
Dia juga berharap Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang dapat menjadi pintu masuk untuk membawa aspirasi tersebut ke tingkat pusat. “Mudah-mudahan pecah telur lah,” sebut Wabup Atika.
Terkait tema, Wabup Atika mengingatkan mahasiswa agar bijak menggunakan ruang digital. Dia mengatakan, media sosial harus dimanfaatkan sebagai ruang berdiskusi dan menyebarkan gagasan yang memberikan manfaat.
“Ketika kita bertemu di ruang digital, tolong ini dijadikan ruang untuk berdiskusi, lebih banyak manfaat daripada mudaratnya,” pesan nya.
Atika mengingatkan mahasiswa agar tidak sembarangan menyampaikan sesuatu di media sosial karena setiap unggahan dapat berdampak kepada orang lain. “Kalau dulu ada mulutmu harimaumu, sekarang jarimu harimaumu,” imbuh nya.
Wakil bupati juga mengimbau agar mahasiswa mengedepankan integritas, tanggung jawab, dan etika ketika menyampaikan pendapat di ruang digital.
Atika mengajak mahasiswa mengambil peran dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Momentum 100 tahun Indonesia merdeka tidak lagi terlalu jauh. Saat ini, waktu menuju 2045 hanya tersisa sekitar 19 tahun. “2045 yang tidak terasa lagi, 19 tahun lagi akan menghampiri kita,” sebut nya.
Wabup Atika menjelaskan bonus demografi merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan generasi muda. Mahasiswa yang saat ini menempuh pendidikan, kata dia, akan menjadi bagian penting dari generasi yang menentukan arah bangsa pada 2045.
“Mari ambil bagian, berkontribusi, memajukan diri sendiri, keluarga, daerah, dan bangsa dan negara,” pungkas Wabub Madina.
( Ariadi )


