Saya Perintis, Bukan Pewaris” Jumat Berkah Ramadhan, Pawang Lubis Rutin Berbagi Santunan dan Takjil di Hutapadang

Kotanopan, fokustinetv.com
Komitmen berbagi di bulan suci Ramadhan 1447 H kembali ditunjukkan oleh Mr Chang yang akrab disapa Bapak Pawang Lubis. Pada Jumat (27/02/2026), kegiatan rutin Jumat Berkah kembali digelar di Desa Hutapadang, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal.

Bertempat di kediaman Bapak Pawang Lubis, kegiatan diawali dengan lantunan shalawat dan doa bersama yang diikuti oleh anak-anak yatim serta para abang becak. Suasana haru dan penuh kebersamaan menyelimuti acara yang telah menjadi agenda rutin setiap hari Jumat, khususnya selama bulan Ramadhan.

Dalam kegiatan tersebut, santunan diserahkan langsung kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral agar tetap semangat menjalani kehidupan dan pendidikan. Para abang becak yang hadir juga turut merasakan kebahagiaan melalui bantuan yang diberikan.

Tidak hanya di kediamannya, keluarga besar Pawang Lubis juga turun langsung ke Jalan Protokol Perintis Kemerdekaan Pasar Kotanopan untuk membagikan takjil kepada para pengendara sepeda motor yang melintas, abang-abang becak, serta pejalan kaki yang tengah menjalankan ibadah puasa.
Di sela kegiatan, Bapak Pawang Lubis menyampaikan pesan penuh makna tentang perjalanan hidupnya.

“Saya perintis, bukan pewaris. Saya memulai semuanya dari nol. Saya sudah banyak merasakan asam, pahit, dan manisnya kehidupan. Saya juga pernah berada di posisi seperti saudara-saudara kita yang serba kekurangan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan berbagi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud rasa syukur atas perjalanan hidup yang telah dilalui serta bentuk empati kepada masyarakat yang membutuhkan.

Masyarakat yang menerima santunan dan takjil pun menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kepedulian yang terus konsisten dilakukan setiap Jumat Berkah.

Melalui aksi nyata di bulan penuh berkah ini, Mr Chang atau Pawang Lubis kembali membuktikan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada sesama.

( Tega Kurnia )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *