Klarifikasi Tegas Jefrey Agutono Ariska Video Viral Mencatut ” TNI Curi Sapi Milik Br Sinaga ” di Labuhan Batu

Sumut//fokustimetv.com
Labuhan Batu_Merespons beredarnya video yang sempat viral di media sosial terkait tuduhan terhadap oknum TNI mencuri belasan ekor lembu milik seorang janda di Sei Siarti, Panai Tengah, Kabupaten Labuhan Batu pada 25 Juni 2026 .

efrey Agutono Ariska secara resmi angkat bicara. Jefrey menegaskan bahwa narasi dalam video tersebut adalah berita bohong (hoaks) di duga vidio tersebut dimanipulasi secara sengaja untuk menciptakan kegaduhan publik serta merusak citra institusi TNI.

Sebagai bentuk ketidak senangan dan bentuk tindakan tegas, Jefrey bersama kuasa hukumnya Muhammad Rifqi Maulana,S.H dari kantor hukum RFM & Associates resmi melaporkan akun media sosial penyebar berita hoaks tersebut ke pihak kepolisian Polda Sumatera Utara dengan nomor ; STTLP / B / 1030 / VI / SPKT / POLDA SUMATERA UTARA dengan jeratan Pasal 263 KUHP (UU No. 1/2023) dan/atau Pasal 441 Subsider Pasal 433.

Langkah hukum ini diambil karena berita tersebut disebarkan tanpa adanya konfirmasi atau sepihak . Secara nyata hal ini melanggar asas jurnalisme dalam UU Pers No. 40 Tahun 1999 serta menjurus pada fitnah dan pencemaran nama baik .

Jefrey membeberkan fakta sebenarnya tentang hal ini , dirinya telah kehilangan ternak (sapi) April 2026 soalnya sapi miliknya yang tadinya 32 ekor kini tinggal 16 ekor . Ironisnya info yang beredar tidak seperti demikian .

Sementara ,berdasarkan kesaksian anggotanya inisial (Sd), bulan Februari 2926 muncul di lokasi lahan Jefey Blok A 24 seorang pria berinisial (AH) diduga kuat telah mengambil sapi saat ditegur , justru melakukan brontak dan ancaman pembunuhan kepada (Sd).

Diketahui AH dikenal sebagai preman arogan dan sadis ,saat ini AH diduga kuat berstatus Daftar Pencarian Orang di Kepolisian Setempat Polres Labuhan Batu atas dasar kasus penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam terhadap adik kandungnya sendiri.

AH di ketahui merupakan anak dari M.Sinaga.Diduga M.Sinaga merupakan otak pelaku pencurian sapi milik Jefrey, kejadian ini sudah di laporkan di Polres Labuhan batu dengan nomor ; STTLP / B / 491 / IV / 2026 / SPKT / POLRES LABUHAN BATU / POLDA SUMATERA UTARA, yang saat ini AH melarikan diri (buron) .

Karena ketidak senang anaknya dilaporkan ke polisi, M.Sinaga dan komplotannya bekerja sama untuk berusaha mengklaim sapi yang tersisa di lahan milik Jefrey sebanyak 16 ekor adalah milik nya , setiap Jefrey ingin mengambil sapi miliknya M.Sinaga datang dan membawa komplotan dalam jumlah besar datang dan menghadang jefrey agar jefrey takut dan mundur.

Sakit hati karena aksi nya gagal, M. Sinaga dan komplotannya sengaja merekam video dan menyebarkannya dengan narasi palsu yang menuduh “oknum TNI mencuri sapi milik janda Br Sinaga”.ucap Jefrey .

Lanjut Jefrey menjelaskan kepada awak media , terkait ada segerombolan orang yang sedang melintas di jalan umum, ” saya tidak mengetahui kalau mereka aparat atau masyarakat biasa. Karena jalan tersebut merupakan jalan umum yang menuju pasir Limau Kapas, ” lanjutnya .

Jefrey menilai, M.Sinaga yang dikenal licik dan yang juga memiliki rekam jejak yang kurang baik di wilayah hukum Polres Labuhan Batu , diduga M.Sinaga dengan sengaja membuat isu provokatif yang menyeret institusi TNI guna mengelabui publik terkesan diri ya dan keluarganya paling benar , apakah dia lupa keburukan yang ia lakukan .

Melalui klarifikasi resmi ini, Jefrey menyampaikan kepada masyarakat luas khususnya masyarakat Labuhan Batu , meminta dengan sangat agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh potongan video viral yang tidak jelas sumber dan kebenarannya. Ia memastikan 100% bahwa tuduhan TNI mencuri lembu adalah Fitnah .

Jefrey secara terbuka saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan khususnya kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S, E., M. Si , dan Panglima Kodam I Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa atas video yang beredar tanpa jelas narasi dan faktanya.

Jefrey menyayangkan adanya pihak yang tidak bertanggung jawab yang menyeret nama TNI ke dalam konflik eksternal yang sama sekali tidak melibatkan mereka.

Jefrey menaruh harapan besar kepada Polda Sumatera Utara agar dapat bekerja secara maksimal, cepat, dan transparan untuk mengusut tuntas laporannya, sehingga aktor intelektual di balik penyebaran berita hoaks dan pencurian ini segera ditangkap.

“Saya berharap distorsi informasi dan berita hoaks yang merusak tatanan sosial seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. Biarkan hukum yang berbicara dengan seadil-adilnya,” tutup Jefrey. (Red)

Sumber : Jefrey Agutono Ariska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *