Aktivis Morowali Angkat Bicara Diduga BD Narkoba Tak Tersentu Hukum ,Kurir dan Pemakai di Korbankan

By Redaksi

Morowali//fokustimetv.com_sumut
Sejumlah pihak mulai angkat bicara dalam menyuarakan perlawanan terhadap maraknya Penyalahgunaan dan Peredaran Narkotika jenis Sabu yang kian meresahkan di Morowali, Propinsi Sulawesi Tengah.Sebelumnya mantan Ketua DPRD Morowali, Irwan Arya buka suara menyoroti maraknya penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Morowali. Kini, aktivis anti narkoba, Rustam Lombe angkat bicara.

Menurut Rustam Lombe, peredaran narkoba di Morowali terbilang masif dan menyentuh hampir semua kalangan masyarakat serta terjadi di semua wilayah kecamatan yang ada di Morowali. Mulai dari masyarakat biasa, anak-anak usia sekolah tingkat pelajar SMP dan SMA, Pemuda, Karyawan Swasta, Oknum Pemerintah Desa, Oknum PNS, Oknum Politisi, Kontraktor hingga oknum Aparat Penegak Hukum.

“Pernah kita dengar di Morowali, ada penangkapan Anggota DPRD Morowali aktif, Oknum PNS hingga oknum Kades yang terlibat penyalahgunaan narkotika jenis Sabu. Jadi peredaran Narkoba di Morowali sudah sangat meresahkan,” kata Rustam, pada Minggu 15 Februari 2026 .Meski demikian, berdasarkan peta kerawanan penyalahgunaan dan peredaran narkoba, terbesar berada di wilayah kecamatan Bahodopi. Kemudian disusul di wilayah kecamatan Bungku Tengah, Bungku Barat dan Bungku Timur serta Bungku Pesisir.

“Tapi bukan berarti di lima kecamatan lainnya tidak ada. Enam kecamatan lainnya, ada penyalahgunaan dan peredaran narkoba tapi spot-spot,” ungkap Rustam saat berbincang dengan salah satu awak media . Maraknya penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Morowali, tentu sangat mengancam keselamatan generasi penerus bangsa. Namun, perang dalam pemberantasannya dari Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pemerintah Daerah masih setengah hati.

Pola yang sering dipertontonkan didepan publik, hanya sebatas menggugurkan kewajiban dengan menangkap kurir dan pemakai selayaknya pion yang dikorbankan untuk melindungi raja alias bandar besar narkoba di Morowali. “Karna kalau menurut saya, peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten dan Kota di Sulawesi Tengah, Morowali merupakan urutan pertama terbesar,” beber Rustam salah satu aktivis yang kerap menyuarakan perlawanan terhadap narkoba di Morowali.

Hanya saja, lanjut Rustam, gerakan perlawanan dan pemberantasan terhadap narkoba masih belum menjadi perhatian serius. Belum lagi, kalau berbicara soal penindakan hukum yang setengah hati atau tidak tuntas baik dari pihak Kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional Kabupaten Morowali.

“Sering kurir dan pemakai ditangkap, tapi bandarnya tidak tersentuh hukum melalui pengembangan kasus. Situasi ini pun memicu pertanyaan publik, apakah bandar ada beking, sehingga dilindungi aparat yang keparat atau seperti apa?,” ucap Rustam penuh tanya.

Rustam dalam kesempatan itu, pun meminta dan mengajak semua elemen masyarakat termasuk pemerintah, instansi terkait untuk mengibarkan bendera perang terhadap narkotika di Morowali. “Kalau penyalahgunaan narkoba masih marak di Morowali, sebagus apapun program pemerintah kalau kepedulian pemberantasan narkoba masih minim menurut saya ya percuma saja,” tandasnya.

Sumber : Umar Dani
Editor : gatot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *