Tapteng//fokustimetv.com
Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memunculkan persoalan lain yakni hilangnya usaha warga budidaya ikan air tawar .Dalam situasi pascabencana saat ini, Sekolah Tinggi Perikanan Dan Kelautan Matauli hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan inovatif dan terdampak . Tapteng , Jum’at 24 April 2026 .
Kegiatan ditegaskan langsung oleh beberapa dosen STPK Matauli dalam mengambil tajuk Pemulihan Kolam Budidaya Pascabanjir dan Penerapan Smart RAS Hatchery System pada Produksi Benih Gurami sebagai Strategi Revitalisasi Usaha Pokdakan dan Kelompok Ibu PKK di Kelurahan Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir pascabencana melalui pendekatan teknologi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Adapun personel tim dosen yang menggas kegiatan tersebut antara lain Mhd. Aidil Huda J, S.Tr.Pi., M.Tr.Pi sebagai ketua Tim, kemudian Mhd. Latiful Khobir, S.Pi.,M.Si sebagai Dosen Pembimbing Lapangan 1, dan Juliana Pebrina Siburian, S.Pd.,M.Pd sebagai Dosen Pembimbing lapangan .
Kegiatan ini dimulai dari tahap persiapan, sosialisasi, pelaksanaan teknis, hingga evaluasi program yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan pelaksanaan aktif di lapangan, kegiatan fokuskan di laksanakan di Kelurahan Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yang merupakan salah satu kawasan terdampak parah bencana banjir pada 25 November 2025 lalu dan wilayah ini kita pikir tidak jauh dari kawasan pesisir Tapanuli Tengah dengan potensi kelurahan ini sangat besar pada sektor perikanan budidaya air tawar, ” ucap Adil .

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak, yakni Kelompok Pembudidaya Ikan Saroha Mandiri (POKDAKAN SAROHA MANDIRI) yang digawangi oleh Muhammad Anwar dan Amaluddin Panggabean sebagai mitra produktif, kelompok Ibu PKK sebagai mitra nonproduktif, dan tentunya dukungan dari Pemerintah Kelurahan. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi antara lembaga Pendidikan, Masyarakat, dan Pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi berbasis perikanan.
Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memulihkan kondisi kolam budidaya yang rusak akibat banjir, meningkatkan produktivitas benih ikan gurami melalui penerapan teknologi Smart Recirculating Aquaculture System (RAS), serta meningkatkan kapasitas manajerial dan kewirausahaan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong keterlibatan aktif kelompok Ibu- Ibu PKK dalam kegiatan ekonomi berbasis perikanan guna memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga pascabencana, tambah keduanya.
Kita punya harapan besar dari kegiatan yang kita laksanakan ini, baik bagi kampus sendiri, masyarakat, dan Pemerintah. Harapannya kedepan kegiatan ini akan menjadi model nyata implementasi dari Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat berbasis riset dan teknologi, serta memperkuat peran kampus sebagai agen perubahan di wilayah pesisir, harap mereka.
Bagi Mahasiswa, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi teknis, manajerial, dan sosial melalui pengalaman langsung di lapangan, sehingga mahasiswa menjadi lulusan yang adaptif, solutif, dan berdaya saing tinggi.
Selanjutnya bagi mitra dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha budidaya ikan melalui penerapan teknologi RAS, serta memperkuat manajemen usaha sehingga lebih mandiri dan berkelanjutan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung program pemulihan ekonomi masyarakat pesisir, meningkatkan ketahanan pangan daerah, serta menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain yang terdampak bencana.
Secara keseluruhan, kegiatan ini diharapkan akan menjadi langkah strategis dalam membangun kembali sektor perikanan budidaya yang tangguh, inovatif, dan berkelanjutan di Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya pada wilayah yang terdampak parah bencana, tutup ketiganya.
(MS)


